Rabu, 14 Januari 2015

IRAK BUTUH 5 TAHUN UNTUK BANGUN KEKUATAN MILITER


IRAK kini dihadapi pada munculnya kelompok militan ISIS yang hingga saat ini belum bisa diatasi oleh militer Irak. Selain itu, penarikan mundur tentara tempur Amerika Serikat (AS) dari Irak menjadikan tanggung jawab keamanan berada pada militer Irak.
Perdana Menteri (PM) Irak Haider al-Abadi mengatakan negeranya butuh waktu tiga tahun untuk membangun kembali kekuatan militernya.
“Hal yang paling sulit adalah membangun tentara ketika negara sedang berperang,”ujar PM Abadi seperti dilansir Reuters, Senin (12/1/2015).
Korupsi di tubuh militer Irak diduga menjadi penyebab bobroknya militer Irak, padahal Irak telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk militer. Selain itu, AS juga membantu militer Irak dalam bidang dana maupun persenjataan.
PM Abadi telah memecat bebepa perwira militer Irak yang diduga korupsi. Dia pun berjanji untuk terus memberantas korupsi untuk meningkatkan profesionalisme militer Irak.

Sabtu, 10 Januari 2015

Hacker Anonymous Balas Dendam Untuk Jurnalis Charlie Hebdo

Salah satu peretas paling aktif yang mengatasnamakan diri dengan nama "Anonymous" bersumpah mereka akan menyerang website dan akun sosial media para teroris Islam. Peretasan tersebut mereka lakukan demi pembunuhan yang menewaskan 12 orang jurnalis awal pekan ini. Charlie Hebdo  

Di sebuah pesan yang diposting di situs Pastebin dalam Bahasa Perancis, grup ini menyebutkan bahwa mereka adalah "francophone Op Charlie Hebdo". "Kami tidak bisa diam, sudah tugas kami untuk bertindak," demikian tulis mereka. 


Selain itu, Anonymous juga menyatakan bahwa mereka juga balas dendam atas nama kebebasan berkarya dan berpendapat. Seluruh ancaman ini mereka rekam dalam video yang diunggah di YouTube. 


"(Kami) memerangi orang yang merusak hak terhormat dan suci untuk mengekspresikan pendapat dengan cara apapun," demikian kata pria bertopeng Fawkes dan suaranya telah diedit dalam video Anonymous. "(Kalian akan mendapat) serangan frontal besar dari kami, karena perjuangan untuk membela kebebasan adalah dasar dari gerakan kami."